SALAM GUBUG LOVER...BERBUAT NYATA MESKI SEKECIL APAPUN

Thursday, December 29, 2016

POLSEK Gubug Menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Untuk Mengantisipasi Kriminalitas Dan Kesemrawutan Lalu Lintas

Kapolsek Gubug AKP Dedy Setyanto SH  mengadakan Rapat koordinasi lintas sektoral Unsur Tripika Kecamatan Gubug di Aula POLSEK Gubug, Kamis (29/12/16).

Acara tersebut dihadiri oleh Camat, Danramil, Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum, Tokoh Masyarakat, Tokoh  Agama dan Tokoh Pemuda. Rapat koordinasi tersebut dalam rangka Sinergitas antar Instansi terkait guna mengantisipasi Gangguan Kamtibmas yang akan terjadi dalam wilayah Kec Gubug.

Pada kesempatan tersebut Camat Gubug Drs. Teguh Harjokusumo M.Si menyampaikan bahwa seluruh elemen  pemerintahan harus bersinergi dan terpadu dalam menciptakan situasi yang nyaman baik terhadap masyarakat kita sendiri maupun masyarakat pengunjung dari luar Desa Gubug dengan melibatkan seluruh Komponen masyarakat.

Sementara itu Kapolsek Gubug AKP Dedy Setyanto SH menegaskan bahwa berhubungan dengan masalah Kamtibmas merupakan Tanggung Jawab Bersama dari segala unsur baik pemerintahan maupun masyarakat itu sendiri. Polisi tidak bisa bekerja dengan maksimal tanpa dibantu oleh Aparat Pemerintah dan Masyarakat. Ditambahkan pula bahwa Mustahil suatu daerah Aman tanpa Peran serta Masyarakatnya.

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral  Tingkat Kecamatan Gubug ini sebagai perencanaan dan bahan evaluasi terkait pelaksanaan kegiatan  ataupun yang akan dilaksanakan  perayaan pada malam tahun baru 2017 di wilayah Gubug .  Bertujuan pula dalam  upaya mengantisipasi munculnya kejadian kriminalitas maupun kesemrawutan lalu lintas yang akan terjadi.  Dengan  harapan  mendapatkan situasi yang kondusif aman, tertip dan terkendali .


*)KILG_News, HS. 29/12/16

Monday, December 26, 2016

"Beri Aku Sepuluh Pemuda Aku Akan Mengguncang Dunia" Keren!!! OM TELOLET OM Mendunia.

               

Tak ada yang bisa lepas dari jeratan "om tolelot om", jika kamu membuka media sosial saat ini, linimasa kamu akan dipenuhi dengan "om telolet om". Sebagian mulai penasaran "om tolelot om apa sih!" tapi sebagian lagi ikut dalam keriangannya. 
"Om telolet om" adalah sebuah teriakan yang biasa diucapkan oleh anak-anak di pinggir jalan ketika sebuah bus melintas dengan harapan sopir akan membunyikan klakson yang unik. "Telolet telolet" ...
Mendadak jadi populer setelah berbagai DJ terkenal mencuitkannya. Tapi sebelum itu, video-video lucu memperlihatkan orang-orang dewasa meminta "telolet" ke supir bus sudah lebih dulu viral di Facebook.Tampaknya ada tren "telolet challenge" dan "demam telolet" yang sudah beberapa pekan memenuhi semua linimasa.
Dalam video-video yang memancing tawa itu, terlihat ekspresi kegembiraan tersendiri ketika Anda berhasil meminta supir membunyikan klakson dengan lambaian tangan dan teriakan, "Om telolet omm....!" bersaut sautan.
"Beri Aku Sepuluh Pemuda, Maka Akan Kuguncang Dunia!"
(Soekarno)
"Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya....beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia". (Soekarno)


Yachhh...benar benar terwujud ungkapan Bung Karno! Kesenangan berburu "Klakson Bus" oleh beberapa anak anak Indonesia, virus "om telolet om" mendunia.
...om TELOLET om...om TELOLET om...om TELOLET om!!!...

*)Dari beberapa sumber, KILG_News, Heri Sis.


Thursday, December 22, 2016

Telolet Menggema Di Kota Gubug

   
Pemburu "om telolet om" di barat jembatan Tuntang Gubug

Berburu suara klakson bus yang sekarang tenar dengan sebutan "om telolet om" sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu. 
"Sejak 3 sampai 4 tahun yang lalu, fenomena itu sudah ada," ujar Dian, salah satu pemburu "om telolet om" di sekitaran jembatan sungai Tuntang Gubug.
Menurut Dian, kebiasaan tersebut dilakukan banyak kalangan, dari anak hingga dewasa, di berbagai daerah. Mereka mengincar bus besar karena suara klaksonnya yang khas dan nyaring.
Ia mengatakan, fenomena tersebut awalnya banyak terjadi di daerah Jepara sebelum merembet ke daerah lain. Di Gubug sendiri, jumlahnya belum terlalu banyak.
"Sebagai pemburu telolet, saya hanya mengisi waktu luang, setelah berjam-jam berkutat dengan pelajaran sekolah dan disini senang bisa berkumpul dengan banyak teman, bercanda sambil menunggu bus yang lainya datang, " ujar dian.
Fenomena "om telolet om" di Gubug masih dalam tingkat kewajaran, mereka berburu, mengabadikan dan menshare di lini masa sesuai keinginan mereka. Dan semua itu masih dalam hal kegiatan bermain yang positif. 
Tidak di pungkiri setiap masa cara mencari kesenangan tentu berbeda-beda, masa kecil penulis pada waktu itu permainan sepak sodor, umpet-umpetan, jamuran juga menyenangkan. Di masa sekarang anak-anak menjadi pemburu "Om telolet om" adalah upaya ingin bersenang-senang dengan terfasilitasinya mereka oleh kecanggihan peralatan yang di milikinya.
Selamat berkarya dan berkarya...jangan lupa kewajiban utama belajar, bekerja dan "Say No To Drug"....ok!....
*)KILG_News, HS.

Seorang Ibu Menyandang 9 Gelar Kesarjanaan.




Menjadi seorang  ibu secara tidak sengaja menempuh pendidikan yang di tempuhnya hampir bersamaan, selalu banyak belajar dan terus belajar, lifelong education istilah kerennya. 

1. Ibu harus belajar Akuntansi, agar bisa mengurus pendapatan keluarga dan mengelolanya untuk     kebutuhan rumah tangga, tabungan, serta menata pemasukan & pengeluaran yang seimbang.
2. Ibu harus belajar ilmu Tata Boga, chef, atau perhotelan, belajar mengatur masakan keluarga dengan kreatif, supaya tidak bosan.
3. Ibu harus belajar ilmu Keguruan. Ia harus menguasai ilmu yang diajarkan di sekolah dasar, agar bisa mengajari anaknya bila kesulitan dengan PR-nya.
4. Ibu harus belajar Agama, karena ibu-lah yang pertama kali mengenalkan anak pada Allah, membangun akhlak yang luhur serta iman yang kokoh.
5. Ibu harus belajar Ilmu Gizi, agar bisa menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga, setiap hari.
6. Ibu harus belajar Farmasi, agar dapat memberi pertolongan awal pada keluarga yang sedang sakit dan menyediakan obat-obatan ketika keadaan darurat.
7. Ibu harus belajar Keperawatan, karena beliaulah yang merawat anak/suami ketika sakit. Yang menyeka tubuhnya ketika tidak diperbolehkan mandi, mengganti kompres. Ibu adalah perawat yang handal.
8. Ibu harus belajar ilmu Kesehatan, agar bisa menjaga asupan makanan, kebersihan melindungi anggota keluarga dari gigitan nyamuk, dll.
9. Ibu harus belajar Psikologi, agar bisa berkomunikasi dengan baik saat menghadapi anak-anak di setiap jenjang usia, juga sebagai teman curhat suami yang terbaik, ketika suami sedang mengalami masalah.
10. Ibu juga bisa cari uang ( bekerja )

Seandainya ibu harus kuliah dulu, butuh waktu berapa lama? ibu kita sangat luar biasa....
Begitu luar biasanya seorang ibu, dengan multi talentanya, kesabarannya merawat, mendidik & menemani anak-anak dan suami tercinta. Sudahkah kita memberikan yang terbaik untuk ibu kita?


“Seorang ibu bisa merawat 10 anak, namun 10 anak belum tentu bisa merawat satu ibunya." 
Happy Mother's Day ... 

*)Sumber dari Lini Masa, KILG News_HS.

Wednesday, December 21, 2016

War " OM TELOLET OM" Night Time with pretty lamp light ... wow cool!!!...



Media sosial saat ini, media sosial anda mungkin akan dipenuhi dengan 'om telolet om'. Sebagian mulai mengeluh "hadehh apa sih?!"  tapi banyak yang senang dan ikut meramaikan.
Tak ada yang bisa lepas dari fenomena "om tolelot om", bahkan Donald Trump, presiden terpilih Amerika Serikat tak lepas dari serbuan orang-orang yang memintanya membunyikan klakson bus.

"Om telolet om" sebuah teriakan yang biasa diucapkan oleh anak-anak di pinggir jalan ketika sebuah bus melintas dengan harapan sopir akan membunyikan klakson yang unik. "Telolet telolet," begitu bunyinya. Seiring berkembangnya kreatifitas penyedia perangkat "bel telolet" sekarang suaranya bisa menirukan lagu- laku kesenangan mereka.

Ini mendadak jadi populer Selasa 20/12/2016 malam setelah berbagai DJ terkenal menyebutkan "om telolet om" dalam sela-sela penampilanya. Tapi sebelum itu, video-video lucu memperlihatkan orang-orang dewasa meminta "telolet" ke supir bus sudah lebih dulu viral di Facebook. Tampaknya ada tren 'telolet challenge' dan 'demam telolet' yang sudah beberapa pekan meramaikan dari satu akun ke akun lain.
Dalam video-video yang memancing tawa itu, terlihat ekspresi kegembiraan tersendiri ketika Anda berhasil meminta supir membunyikan klakson dengan lambaian tangan dan teriakan, "om telolet om...om telolet om...!".
Salam "telolet"......
*)KILG News_HS.

Komunitas I Love Gubug Tahun Depan Picnik Pakai “BUS TELOLET” dengan LAGU rek ayo rek…



Tagar ini bahkan mengalahkan tagar terkait peluncuran uang rupiah tahun emisi 2016. Tiba-tiba muncul hashtag atau tagar #telolet pada deretan trending topic Twitter.
Telolet adalah bunyi klakson bus yang sedang menjadi buruan sejumlah anak muda di Pulau Jawa.
Demi mendapatkan bunyi tersebut, mereka rela menunggu atau memburu bus di jalan raya sambil berteriak kepada sopir, "Om telolet Om!!!"....
Nah, teriakan permintaan itu rupayanya tiba-tiba menjadi bahan kicauan dua DJ ternama dunia, DJ Snake dan DJ Zeed.
Sontak Telolet menjadi viral!!!....
Mana "Telolet Mania Gubug!!!".....
*)KILG_News_HS.






Tuesday, December 20, 2016

Atas Desakan Warga Gubug Beberapa Baliho Di Robohkan Karena Tidak Terawat

Pertumbuhan reklame di Kota Gubug pada era ini sangat pesat Puluhan reklame dengan berbagai jenis dan ukuran tersebar di berbagai penjuru di Kota Gubug. Reklame bermunculan di berbagai ruas jalan, baik yang berbentuk papan berukuran raksasa, sedang, hingga yang kecil. Umbul-umbul, bando, baliho, banner, spanduk, selebaran dan masih banyak lagi.
 
Jumlah Reklame yang berlimpa ruah memang berdampak positif dalam pergerakan roda perekonomian. Baik bagi perusahaan advertising (Pengelolah reklame) maupun Pemda Grobogan. Karena reklame juga menyumbang pendapatan bagi Pemda. Bila di kelola dengan baik Pendapatan Asli Daerah  (PAD) dari sektor pajak reklame cukup besar nilainya.

Namun alangkah sangat disayangkan apabila hal ini tidak di barengi dengan pengaturan konsep tata letak serta penataan baik dan benar. Seharusnya reklame tidak boleh dipasang dekat tempat ibadah, dekat sekolah, di dekat kantor-kantor pemerintahan, tidak menutupi pohon yang indah, dan tidak menutupi bangunan tua. Namun Reklame dapat berdiri dengan kokohnya kapan saja dan dimana saja.

Kesemerawutan letak reklame ini sangat tak enak dipandang mata, sangking semerawutnya kota Gubug seakan-akan terlihat seperti “Hutan reklame”. Seperti yang terlihat di "sekitar pertigaan Kota Gubug" , di sekitar Koplak juga di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Jalan Bhayangkara, Mt. Haryono  puluhan reklame dan umbul-umbul maupun spanduk tepajang padat di mana-mana. Selain merusak estetika kota keberadaan papan reklame sewaktu waktu juga dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

Selain kesemerawutan tata letak, persoalan reklame ilegal juga tak kalah menghebohkan, yang dimaksud dengan reklame ilegal disini adalah bisa segala jenis reklame maupun bentuk lainya yang sudah habis masa berlakunya, atau tidak memiliki izin namun masih belum diturunkan dan terus berdiri. Selain itu juga poster, umbul-umbul, selebaran, maupun spanduk yang dengan senaknya ditempelkan begitu saja di tembok-tembok, dan pepohonan oleh orang yang tak bertanggung jawab. Hal ini tentu saja sangat mengganggu estetika kota.

Seyogianya papan reklame baru dapat berdiri setelah izin untuk mendirikan reklamenya keluar, namun kenyataan justru sebaliknya. Kuat dugaan kalau selama ini, papan reklame dibangun sambil menunggu izin keluar atau papan reklame sudah berdiri tegak baru izinnya diurus kemudian. Hal ini terlihat dari tidak adanya tanda (stiker) masa berlaku maupun izin reklame, di beberapa tiang reklame yang pernah penulis jumpai.

           Selain masalah banyaknya reklame, dan reklame tak berizin. Kelayakan bahan materil yang dijadikan pondasi serta tiang reklame. patut dipersoalkan. Pasalnya akhir- akhir ini beberapa papan reklame lepas dari tiangnya, roboh karena tiang pancanya putus. Dari beberapa insiden tersebut menunjukan bahwa pemasangan pondasi tiang reklame terkesan asal jadi. Papan reklamenya berukuran raksasa, namun tiang penyangganya berukuran seperti tusuk gigi. Perlunya melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap konstruksi tiang reklame, serta memperhatikan struktur pondasi, perlunya adanya pembatasan ketinggian reklame. Hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi dan mencegah tumbangnya papan reklame. Bukan hanya reklame roboh saja yang menjadi ancaman.Pengaplikasian instalasi listrik papan reklame, serta reklame yang ada di trotoar-pun dapat menjadi ancaman. Seperti yang terlihat di salah satu tiang reklame yang ada di simpang tiga kota Gubug. Berdasarkan pengamatan penulis, pada tiang reklame berukuran  besar ini terpasang suatu instalasi listrik. Namun pemasangan kabel-kabel tersebut terkesan sembarangan.  

         Semoga kehadiran reklame menjadi sesuatu yang enak di pandang mata dengan  tata letak pemasangan yang  memiliki ciri khas/seni tersendiri, agar reklame yang ada di kota Gubug dapat mendukung keindahan kota. Guna mewujudkan kota Gubug  yang tertip, rapi dan indah. *) KILG News, HS.